Senin, 14 September 2009

Fungsi bermain dalam pendidikan

A.Bigot, Kohstam, dan Palland
1.Wahana hidup bermasyarakat ( tumbuh kebersamaan)
2.Mengetahui kekuatannya,alat bermain dan sifat alat.
3.Mengungkapkan sifat aslinya ( perlakuan berbeda antara laki dan perempuan )
4.Mengungkapkan emosinya, tidak mengarah pada prestasi
5.Senang,gembira, dan bahagia dalam dunia anak,
6.Pembinaan watak jujr dalam bermain ( fair play )
7.Bahaya dalam bermain merupakan pembelajaran hidup.

B.Pendapat Hustinga ( 1950 )
Permainan mempunyai makna pendidikan praktis. Karena permainan merupakan gejala kebudayaan.

C.Montessori
Permainan alat sebagai alat mempelajari fungsi, artinya rasa senang merupakan dorongan untuk mempeljari sesuatu.

D.BUCHER ( 1960 )
Permainan yang telah lama dikenal oleh anank – anak,orang tua,laki –laki maupun perempuan,mampu untuk menggerakan untuk berlatih,bergembira,dan relaks. Permainan merupakan salah satu komponen pokok pada tiap program pendidikan jasmani,oleh sebab itu guru pendidikan jasmani harus mengenal secara mendalam tentang seluk beluk permainan

E.Cowel dan Hozeltn ( 1955 )
Untuk membawa anak pada cita-cita pendidikan, maka perlu adanya usaha keadaan jasmani,sosial,mental dan moral anak yang optimal.agar memperoleh keadaan tersebut anak dibantu dengan permainan,karena anak dapat menampilkan dan memperbaiki keterampilan jasmani, rasasosial, percayadiri, peningkatan moral dan spiritual lewat fair play dan sport manship (bermain jujur,sopan,dan berjiwa olahraga sejati )

F.Drijarkara ( 1955)
Dorongan untuk bermain pasti ada pada setiap manusia. lebih-lebih pada manusia muda, oleh sebab itu maka sudah semestinya permainan digunakan pada pendidikan

G.Hadi Soekatna
Permainan dapat dijadikan sebagai alat pendidikan karena permainan dapat membimbing anak kearah kesempurnaan hidup kebangsaan semurni – murninya

H.Rob and Leertouwer
Bila seorang guru permainan menentukan dan menepati tujuan permainan,bahwa anak bermain untuk kesenangannya,para pemain akan bermain dengan senang, maka akan timbulah realitas yang harmonis dengan ditandai adanya ketertiban dan keteraturan,akan timbul situasi pedagogk.

I.Rijsdorp
Anak yang bermain kepribadiannya akan berkembang, dan wataknya akan terbentuk juga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar